Dulu hal yang gw nanti dalam hidup gw adalah moment dimna gw jadi mahasiswa. Kenapa kayak begitu? semua karna selama ini gw gak pernah dapet apa yang namanya kebebasan dalam memilih apa yang gw ingin. Semua sudah diatur sama orang-tua n' keluarga gw sendiri, seolah-olah hidup gw mereka yang punya dan gw hanya robot yang cuman bisa ikutin apa yang diperintahin mereka.
and then, kenyataan yang ada setelah gw udah jadi mahasiswa, gw jadi ngerasa berterima kasih banget selama ini gw da diberikan pengarahan yang tepat sama ortu + keluarga gw. Pendidikan yang mereka kasih ke gw memang yang the best for me... gw bisa bilang begitu karna gw sendiri ngerasa, temen-temen gw yang ada di lingkungan gw yang sekarang gak seberuntung gw yang dari kecil udah diarahkan buat jadi manusia yang gak lemah dalam menentukan jalan sendiri dalam hidup gw.
Bagi gw sendiri gak ada masalah yang orang punya, dengan tidak disertai jalan keluarnya. Setiap pilihan yang ada bahkan punya resikonya masing-masing. jadi, sekarang tergantung bagaimana kita menyikapi dan lebih peka untuk memperhitungkan masing-masing resikonya.
1001 cara tetap produktif didunia digital, mengulik tips & trik perkembangan Teknologi, digital marketing, energy ataupun isu terupdate di Indonesia maupun international.
untung ada facebook!!!
Facebook merupakan suatu situs pertemanan yang sangat nge-trend sekarang ini menggantikan friendster. Hampir semua orang di dunia memiliki facebook sekarang ini. Berawal dari hanya untuk keren-kerenan aja di dalam pergaulan sehari-hari bersama teman-teman, kini facebook memliki fungsional lainnnya.
Keterikatan seseorang dalam facebook sebenarnya unntuk memperluas pergaulan ditengah masyarakat. Contohnya saja : saya merupakan salah satu dari pengguna maniak dari facebook. Berawal dari kepenasaran saya terhadap dunia maya yang kini sangat marak, saya mulai bergabung dalam situs facebook karena ingin mencari teman-teman saya sewaktu “SMP” yang keberadaannya sudah tidak jelas. Alhasil ternyata saya mendapati mereka semua dalam facebook. Dan kini facebook bukan saja menjadi situs pertemanan biasa, kini facebook juga difungsikan untuk tempat untuk mengexplore seseorang yang contohnya saja ada pada saat musim kampanye yang lalu. Semua calon wakil rakyat memanfaatkan facebook untuk menjadikan wadah mempromosikan dirinya secara gratis.
Selain itu facebook juga memiliki fungsional dalam bidang bisnis, banyak sekali butik-butik, toko,dan lain sebagainya yang mempromosikan barang atau jasa kepada masyarakat luas melalui media facebook ini. Komunikasi yang ada dalam facebook itu sendiri membuat kita menjadi selalu update tentang kondisi, posisi teman-teman kita dalam facbook, jadi kita tidak ketinggalan informasi tentang teman-teman kita. Komunikasi yang dijalin dalam facebook juga membuat kita untuk selalu update akan status kita sendiri untuk sekedar curhat ringan, dan juga dapat ditanggapan dari teman-kita sejuah apapun jaraknya, kita bisa men-sharenya kapanpun dan dimanapun kita mau dan bisa. Jadi, untungkan ada facebook….
"KELUARGA PERLU WAKTU"
Dalam kehidupan, kita pasti tergolong dalam suatu Individu, Keluarga, dan Masyarakat. Dengan tergolongnya kita dalam 3 penggolongan kehidupan social yang ada, tanpa teradari tertuntut sebagai 3 sifat sekaligus. Dimana kita hidup sebagai individu, lalu sebagai golongan dari keluarga, dan juga hidup sebagai mana masyarakat. Dalam kehidupan, hiudp bersosial bukan hidup yang hanya memfokuskan diri kita sebagai suatu individu saja begitu penting untuk kita jalankan. Hal ini berkaitan karna dalam hidup bermasyarakat maupun dalam keluarga sangat membutuhkan yang namanya “ hidup bersosialisasi”. Bersosialisasi artinya adalah dimana kita hidup untuk saling berbagi di tengah masyarakat dan keluarga. Dari hal bersosialisasi yang harus kita jalani juga menuntut kita untuk memberikan waktu kita peribadi untuk bersosialisasi di tengah masyarakat unutuk memperluas pengetahuan juga untuk mengembangkan diri kita sebagai peribadi yang bersosial. Banyaknya waktu yang terluangkan untuk bersosialisasi di tengah masyarakat, terkadang, bahkan membuat kita terlupakan kehidupan kita untuk bersosialisasi dengan keluarga kita sendiri. Keluarga merupakan unit terkecil dalam komponen dari masyarakat, yang juga keluarga adalah satuan dari individu-individu yang meiliki hubungan kekerabatan sangat dekat di karnakan memiliki hubungan darah, dimana keluarga merupakan bagian yang sangat dekat dari individu.
Kehidupan dalam berkeluarga hari-hari belakangan ini cukup terusik bahkan sangat terusik oleh kehidupan kita di tengah kehidupan kita dalam bermasyarakat. Kehidupan dalam keluarga hari-hari ini tidak lagi menjadi prioritas, melainkan hanya menjadi pelengkap saja. Waktu yang harusnya menjadi milik keluarga kini menjadi milik kebutuhan kita sebagai individu atau sebagai kita sebagai masyarakat. Kalau saja, kita masih ingat akan beberapa tahun kebelakang dimana hari minggu adalah hari untuk keluarga berkumpul, akan tetapi kenyataan yang ada pada hari-hari belakang ini tidak lagi seperti itu. Hari minggu kini menjadi hari yang digunakan sebagai hari luang bagi seseorang untuk menambah jam kerjanya agar mendapatkan gaji yang lebih dari biasanya atau juga biasa digunakan untuk hari refreshing untuk seseorang untuk berkreasi atau juga berhura-hura. Lalu bagaimana dengan waktu untuk kita pribadi bersama dengan keluarga?
Intensitas masyarakat sekarang ini dalam keluarga kurang lebih dapat dipersentasekan kurang lebih adalah hanya 25%. Berkurangnya intensitas kita untuk bersosialisasi dengan keluarga kita sendiri menjadi hal yang sangat memperhatinkan. Mungkin terlihat sepele bagi kita, akan tetapi oleh karna hal ini, kita tak tersadar telah mengabaikan komponen kehidupan kita. Akibat dari terabaikannya keluarga yang juga komponen kehidupan adalah :
1. Ketidak cocokan fikiran & sifat
2. Ke-egoisan yang meningkat
3. Rasa care untuk keluarga kurang
4. Konflik dalam keluarga, dll
Di waktu belakangan ini kita tidak risau lagi apabila melihat keluarga- keluarga yang berlibur dengan terlihat banyak mengeluarkan biaya yang sangat besar hanya untuk berlibur bersama keluarga, bahkan mereka tidak segan untuk berlibur ke luar Negeri hanya untuk berlibur bersama keluarga mereka yang sudah sangat jarang mereka temui untuk bersosiali sasi dengan mereka, hal ini menjadi jalur alternative bagi mereka yang sadar akan butuhnya waktu untuk bersosialisasi dengan keluarga dan biasanya hal ini dilakukan hanya dalam rangka membalas kerinduan mereka bersama dengan keluarga.
Mungkin ada satu hal juga yang perlu diperhatikan oleh kita, yaitu mencoba untuk selalu berusaha bahwasannya dalam sehari saja kita diharuskan untuk berkomunikasi dengan keluarga kita kurang lebih selama 4 jam. Mungkin hal itu terdengar terlalu over, akan tetapi hal ini sangat di butuhkan untuk selalu menjaga silahturahmi kita dengan keluarga untuk menghindari kita dari dampak-dampak yang buruk akibat kurangnya salah satu komponen hidup yang sawajarnya haruslah lebih persentasenya dari pada komponen yang lainnya atau dengan kata lain adalah keluarga sebagai komponen yang paling dasar bagi kehidaupan seseorang dengan wajarnya.
Kehidupan dalam berkeluarga hari-hari belakangan ini cukup terusik bahkan sangat terusik oleh kehidupan kita di tengah kehidupan kita dalam bermasyarakat. Kehidupan dalam keluarga hari-hari ini tidak lagi menjadi prioritas, melainkan hanya menjadi pelengkap saja. Waktu yang harusnya menjadi milik keluarga kini menjadi milik kebutuhan kita sebagai individu atau sebagai kita sebagai masyarakat. Kalau saja, kita masih ingat akan beberapa tahun kebelakang dimana hari minggu adalah hari untuk keluarga berkumpul, akan tetapi kenyataan yang ada pada hari-hari belakang ini tidak lagi seperti itu. Hari minggu kini menjadi hari yang digunakan sebagai hari luang bagi seseorang untuk menambah jam kerjanya agar mendapatkan gaji yang lebih dari biasanya atau juga biasa digunakan untuk hari refreshing untuk seseorang untuk berkreasi atau juga berhura-hura. Lalu bagaimana dengan waktu untuk kita pribadi bersama dengan keluarga?
Intensitas masyarakat sekarang ini dalam keluarga kurang lebih dapat dipersentasekan kurang lebih adalah hanya 25%. Berkurangnya intensitas kita untuk bersosialisasi dengan keluarga kita sendiri menjadi hal yang sangat memperhatinkan. Mungkin terlihat sepele bagi kita, akan tetapi oleh karna hal ini, kita tak tersadar telah mengabaikan komponen kehidupan kita. Akibat dari terabaikannya keluarga yang juga komponen kehidupan adalah :
1. Ketidak cocokan fikiran & sifat
2. Ke-egoisan yang meningkat
3. Rasa care untuk keluarga kurang
4. Konflik dalam keluarga, dll
Di waktu belakangan ini kita tidak risau lagi apabila melihat keluarga- keluarga yang berlibur dengan terlihat banyak mengeluarkan biaya yang sangat besar hanya untuk berlibur bersama keluarga, bahkan mereka tidak segan untuk berlibur ke luar Negeri hanya untuk berlibur bersama keluarga mereka yang sudah sangat jarang mereka temui untuk bersosiali sasi dengan mereka, hal ini menjadi jalur alternative bagi mereka yang sadar akan butuhnya waktu untuk bersosialisasi dengan keluarga dan biasanya hal ini dilakukan hanya dalam rangka membalas kerinduan mereka bersama dengan keluarga.
Mungkin ada satu hal juga yang perlu diperhatikan oleh kita, yaitu mencoba untuk selalu berusaha bahwasannya dalam sehari saja kita diharuskan untuk berkomunikasi dengan keluarga kita kurang lebih selama 4 jam. Mungkin hal itu terdengar terlalu over, akan tetapi hal ini sangat di butuhkan untuk selalu menjaga silahturahmi kita dengan keluarga untuk menghindari kita dari dampak-dampak yang buruk akibat kurangnya salah satu komponen hidup yang sawajarnya haruslah lebih persentasenya dari pada komponen yang lainnya atau dengan kata lain adalah keluarga sebagai komponen yang paling dasar bagi kehidaupan seseorang dengan wajarnya.
Dewasa dalam Bersikap
Dewasa adalah salah satu penggolongan umur / sifat dari seseorang. Dala hal kedewasaan, banyak orang yang salah dalam menentukan sifat/ golongan ini. Hal ini di karenakan sifat ini sering sekali dicampur adukkan dengan uur dari seseorang, akan tetapi, ukuran banding dari tingkat kedewasaan seseorang tidak dapat sepenuhnya dinilai dari sudah berapa banyak uur dari seseorang tersebut. Tingkat kedewasaan bisa kita nilai dari bagaimana pola fikir seseorang, cara seseorang menyelesaikan permasalahan dalam hidupnya, bagaimana seseorang dalam menyikapi masalah. Hal yang penting dalam kedewasaan seseorang adalah diana dia tidak lagi hanya mementingakan kebutuhan dirinya saja akan tetapi juga kebutuhan orang di sekitar kita. Dalam kedewasaan Bersikap sendiri saya meyakini adanya jiwa, hati, dan fikiran juga ikut sehat. Hal ini karna tingkat kesabaran dari orang yang sudah dewasa lebih besar dari pada tingkat kesabaaran orang biasa.
keampuan dalam mengendalikan emosional diri dalam kedewasaan Bersikap juga sangat berkaitan erat. Yaitu, dimana setiap orang yang berdewasa dalam bersikap akan dapat mengontrol lebih lagi emosi yang ada dalam dirinya. Sehingga mereka dapat berfikir secara lunak dan lebih terkontrol.
keampuan dalam mengendalikan emosional diri dalam kedewasaan Bersikap juga sangat berkaitan erat. Yaitu, dimana setiap orang yang berdewasa dalam bersikap akan dapat mengontrol lebih lagi emosi yang ada dalam dirinya. Sehingga mereka dapat berfikir secara lunak dan lebih terkontrol.
Subscribe to:
Posts (Atom)
Featured post
Pemimpin Tanggung
Banyak dari kegitan saya yang terlibat dengan banyak ornag dan saya harus berinteraksi dengan pemimpin-pemiimpin pada kegiatan saya sehari-h...
-
Banyak dari kegitan saya yang terlibat dengan banyak ornag dan saya harus berinteraksi dengan pemimpin-pemiimpin pada kegiatan saya sehari-h...
-
Data science is a field that is rapidly growing and evolving, and it has become one of the most lucrative and sought-after careers in the mo...