senyum yang mungkin tak'an terulang

saat umurku masih 13 kurang lebih, aku masih belum merasakan sesuatu yang lebih. aku sangat tidak pernah bisa tersenyum dengan sangat tulus terkecuali dengan dia, bagi aku dahulu dia seperti aku sedang mendekat dengan malaikat yang selalu aku ingin tersenyum tanpa berfikir sesuatu. dan hingga sekarang, aku tidak pernah merasakan itu. Setiap kali aku tersenyum semenjak umurku belum genap 15 tahun, dia meninggal begitu saja tanpa saya tahu. Dia memang pembohong ulung di saat umurku yang ke 13. Mana bisa saya berfikir sejauh itu dengan kapasitas otakku yang belum bisa berkembang sangat cepat. Ahh....ini terlalu drama mungkin terlihat. Semestinya dari awal aku sudah sangat mengerti itu. sayangnya aku mengabaikan setiap apa yang aku liat, dan dengan kepergian dia saya berubah. saya menjadi orang yang terus menerus berfikir apakah langkah saya tepat, apakah yang tepat,Ya atau Tidak! dari situ'lah saya tidak bisa untuk tersenyum dengan tulus tanpa pikirkan bahwa senyum saya pantas atau tidak.itulah yang menjadi tugas yang sangat berat bagi saya untuk mengembalikan semuanya tanpa fikir panjang.

No comments:

Post a Comment

Featured post

Pemimpin Tanggung

Banyak dari kegitan saya yang terlibat dengan banyak ornag dan saya harus berinteraksi dengan pemimpin-pemiimpin pada kegiatan saya sehari-h...