Skip to main content

Featured post

Pemimpin Tanggung

Banyak dari kegitan saya yang terlibat dengan banyak ornag dan saya harus berinteraksi dengan pemimpin-pemiimpin pada kegiatan saya sehari-harinya. Bekerja pada suatu perusahaan dengan kegiatan kampus dan kegiatan lainnya membuat saya harus belajar sangat ketat dalam mengatur waktu seharusnya. Kembali lagi pada prioritas,itulah yang biasanya yang menjadi bahan pertimbangan yang sangat tepat untuk saya membagi waktu.Dibalik itu semua butuh juga yang namanya "kedewasaan diri", hal ini sering kali terlupakan oleh banyak orang. Tak terpungkiri saya pribadi sering menghiraukan kedawasaan diri saya, #rasanya sering ingin mentertawakan diri sendiri. Pagi ini saya ditemani secangkir air putih di meja kerja saya yang sangat berantakan,melanjutakan beberapa tilisan yang harus saya lanjutkan di blog saya ini. Back to the topic, bahasan yang harusa dilanjutkan "pemimpin tanggung". Pemimpin yang saya akan bahas adalah pemimpin yang masih tanggung untuk memimpin. Rasanya say

Memulai 2015 dengan Spirit Baru

Happy New Year.
Merayakan pergantian tahun saya dan keluarga memang tidak semeriah orang-orang banyak. Tradisi yang ada dalam keluarga saya dimalam pergantian tahun dimulai dengan pergi ibadah tutup tahun di gereja kami, dilanjutkan kumpul keluarga di rumah atau di rumah salah satu anggota keluarga besar, membuka tahun pada jam 00:00 dengan ibadah bersama, yang paling dinantikan adalah moment dimana kami satu per satu mengucapkan selamat natal dan tahun baru beserta resolusi untuk tahun yang baru lengkap dengan permohonan maaf kepada keluarga yang hadir, selanjutnya makan bersama keluarga juga menjadi salah satu moment yang dinantikan, karna makanan yang disajikan biasanya cukup special. Acara tutup dan membuka tahun ini menjadi rutinitas yang sudah pasti tak terlewatikan dari generasi tertua sampai termuda dikeluarga kami.

Menjadi moment yang dinantikan,
kumpul besama keluarga besar menjadi kegiatan yang sangat saya nantikan, mengingat kami keluarga jarang sekali bisa berkumpul dalam kurung waktu 1 tahun, dan jumlah keluarga kecil kami juga sudah berkurang dan bertambah. Saling berdiskusi dengan pengalaman masing-masing pribadi, mengenang masa keil menjadi topic perbincangan yang selalu saja menarik di keluarga kamu.

2014 Menjadi tahun yang memiliki liku terbanyak
Suka duka saya dapatkan sepanjang tahun 2014, setahun sebelumnya saya ditinggal untuk selamaya oleh ayah saya dan disusul dengan mama saya yang jatuh sakit dipertengahan tahun 2014. Kedukaan itu saya rasakan begitu mendalam, tapi saya yakin Tuhan selalu memberikan yang terbaik bagi saya dan keluarga. Kebahagiaan saya datang ketika saya memiliki kesempatan untuk berkumpul keluarga lebih sering lagi seetelah mama jatuh sakit dan harus beristirahat dari pekerjaannya menjadi tenaga pengajar disalah satu Sekolah  Dasar Negeri dibilangan menteng.

Awal 2015
menjadi tahun yang saya rasa pendewasaan saya lebih runcing lagi, saya merasa Tuhan semakin menunjukan kasihnya terhadap saya. Tuhan selalu memberikan saya petunjuk yang untuk setiap langkah saya. Tahun ini saya banyak target, pengharapan saya yang saya yakini bisa berjalan semua, Tuhan memberikan tugas untuk saya menjaga mama saya selama mama saya kembali bertugas ke sekolah dengan bantuan saya untuk mengantar dan menjemput. Aktivitas saya dimulai dari jam 4:00 pagi dan saya melakukan banyak kegiatan diluar kantor sambil menunggu jam 3 saya harus menjemput mama saya di bilangan menteng jakarta pusat. Terlihat memang berat jika ada di posisi saya, tapi saya yakin kalau Tuhan selalu lihat segala usaha dan upaya saya untuk selalu menjadi berkat bagi banyak orang.

Comments

Popular Posts